Minggu, 07 September 2014
Tetaplah Menjadi Suci
Ketidakpuasanlah yg menciptakan keserakahan. Pagi ini seseorang datang dan memberitahu sesuatu. Katanya, di tempat bisnisnya seorg tamu asing meninggalkan motor yg di sewa. Dan motor itu sudah 4 bulan disana. Dia berencana akan membawa pulang, dan sempat menawarkan ke saya. katanya : "tapi jgn di bawa keluar ya, cukup daerah perumahan sini saja". Saya tanya "knapa?". Dia bilang "soalnya ga ada stnk nya". Saya "wah curian namanya, ga mau ah, laporin saja ke polisi". Dia "itu bukan curian namanya Wulan, sptnya klo saya ga salah ingat saat itu tamunya mabuk, terus di tinggallah motornya disana, nah peraturan sewa penyewaan, biasanya si tamu akan mengganti rugi seharga motor, jadi klo di laporin polisi, enak polisinya donk, palingan polisinya yg akan ngambil krn sudah di tauin sudah di ganti rugi sama tamunya". Saya "klo gitu pergi ke kantor polisi atau samsat motor, trus kasi no plat motornya, minta alamat pemiliknya dan kembalikan, jgn mengambil sesuatu yg bukan hak kita". Dia "wulan, kmu ngerti ga sih, klo pun ketemu siapa yg punya, dia yg enak donk, udah dapat uang seharga motor, dapat motor yg lama pula. Lebih baik saya aja yg ambil, toh juga sudah pasti di ganti rugi". Saya "gini aja ya, coba sekarang posisikan diri anda adalah pemilik motor itu, apakah anda senang jika ada org lain berpikir seperti anda?". Dari samping saya seseorang menyeletuk "knapa ga kmu aja Lan ke kantor polisi, kn kmu yg punya ide". "Boleh klo dia mau serahkan ke saya". Dia "ya udah klo wulan ga mau, saya ga maksa". Saya "tentu saja saya tdk mau krn karma nya tdk baik, lebih baik saya beli sendiri". Dia "bukan masalah karma wulan, toh juga nanti sampai di polisi atau di pemiliknya tetep ketidakadilan terjadi". Saya "bukan masalah polisi, lupakan dulu yg di luar, kitanya dulu, klo mereka mau menyelewengkan, itu akan menjadi karma mereka. Jgn sampai kita yg membuat karma tdk baik. Kita harus tetap berjalan pada dharma, skr kasus speda motor ini, bilanglah ada collective karma disana, antara si bule, si penyewa motor, antara anda dan polisi. Ini collective karma bagaikan lingkaran setan. Putuskan, jika tidak bisa, jgn bergabung di dalamnya. Biarkan menjadi urusan mereka bertiga. Ingat, tetaplah berjalan pada Dharma. Jika susah untuk memahami, cobalah posisikan kaki kita pada sepatu mereka. Jangan lihat secara materi. Memang klo motor itu di terima akan ada motor baru, tapi berapa lama sih motor itu akan bertahan? Plus harus menaggung karma negatif yg akan meracuni hati kita yg kelak akan menutup hati dan jadilah kita yg bersifat mementingkan diri sendiri. Tetapi bila kita memilih untuk bijak, dan membiarkn hati kita yg bekerja, justru karma baik ini yg akan melindungi kita untuk tetap suci di tengah kehidupan yg materialist. Dharma itulah pelindung terbaik. Cerita ini bukan ttg motor, semoga teman2 yg membaca sampai habis bisa menangkap esensi yg ingin saya sampaikan. Dan semoga bermanfaat. - jaga diri, sayangi diri, tetaplah menjadi suci-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar