Minggu, 07 September 2014

Karton Mimpi

Malam tahun baru ini akan membakar kertas yg berisi keinginan yg dibuat saat Natal 2012. Karena semua keinginan yg dulu2 sudah tercapai (kecuali yg ada di dalam kertas karton ini) . Dan ternyata tidak semua keinginan yg tercapai membawa kebahagiaan. Teringat ketika umur sekitar 23-24 tahun saat itu bingung antara ingin punya pacar (kemudian menikah) dan ingin jalan spiritual. Dulu mikirnya jika ingin di jalan spiritual lebih baik tidak punya pasangan. Tapi ternyata keinginan itu ada di dalam. Tapi ga tau harus cerita sama siapa (malu soalnya). Jadi memutuskan untuk menulis keinginan tersebut di dalam buku diary. Nulisnya "umur 25 menikah". setelah selesai nulis, buku kembali ke rak, dan melupakan keinginan tersebut (tidak terlalu berharap dengan keinginan tersebut). Tetap bekerja dan hidup normal. Tepat mendekati umur 25 tahun, balik ke Bali, bertemu suami, dan menikah saat ultah saya yg ke 25. Baru sadar keinginan itu tercapai ketika beres2 kamar, menemukan buku diary yg lama. pas baca bagian pernikahan itu sempat kaget. Lho kok pas bgt umur 25 tahun menikah. Akhirnya timbul keyakinan dan kepercayaan diri. Dan melanjutkan cara yang lama untuk mewujudkan keinginan. Sampai kemudian Ibu mertua mengundang saya dan suami untuk merayakan natal bersama (walupun kami semua bukan kristen, tapi kami pecinta Yesus). Ibu Mertua memberikan kami kertas kartoon, beliau mengajarkan saya bagaimana cara untuk membuat mimpi2 itu di realisasikan dalam kertas (semacam membuat harapan). jadi kertas kartoon itu di bagi menjadi bagian2 tertentu. bagian tengah adalah ttg jiwa kita, kita yg berada dalam keadaan murni dan tercerahkan. Sudut kiri atas tentang diri kita, apa yg kita inginkan dalam merubah diri. bagian atas ttg orang2 suci yg berhubungan dengan kita. bagian kanan atas ttg sesuatu hal yg lebih ke perjalanan spiritual kita. bagian kanan tengah ttg hubungan keluarga yg kita ingin bangun, dari pasangan sampai anak yg diinginkan (bukan secara fisik, tapi situasinya). bagian kanan bawah ttg hubungan kita di masyarakat, masyarakat seperti apa yg kita inginkan. bagian tengah bawah ttg kemakmuran. bagian kiri tengah sampai bawah adalah mimpi kita dalam bidang usaha. Mungkin saja kejadian2 yg sedang terjadi sedang membawa saya ke arah mimpi tersebut (mungkin). Tapi sayangnya karena kejadian2 yg sudah terjadi membuat saya sama sekali tidak berkeinginan seperti dulu. Karena ternyata tidak semua membawa kebahagiaan. Tahun baru ini berusaha untuk meringankan pikiran dan berbagai macam keinginan. Oleh karena itu akan membakar kertas ini hanya sebagai simbolik untuk memasuki pemahaman baru ttg kehidupan. Keinginan2 yg lama biarlah di sucikan kembali. masalah keluarga, spiritual, dan usaha biarlah alam semesta yg menuntun. Saya pasrahkan semua ke Bunda alam semesta. Lebih baik mengalir dan meringankan pikiran dari segala macam keinginan dan ambisi. Di Tahun baru ini Keinginan saya sedikit, doa saya di tahun baru ini "Bunda alam semesta, Para Guru2 spiritual saya di masa lalu, di masa sekarang dan di masa yg akan datang, para budha dan Bodhisatva, para avatar dan orang2 suci lainnya, yang saya inginkan hanyalah di berikan perlindungan dan kekuatan agar saya bisa melanjutkan perjalanan saya di jalan dharma. dimana pun saya berada, dimana pun saya akan terlahir semoga selalu dalam perlindungan dharma. Semoga guru2 suci selalu menyertai saya dalam setiap kelahiran saya sampai saya mencapai tingkat seperti mereka, dan semoga saja orang2 disekitar saya selalu di lindungi oleh ajaran dharma untuk mencapai kebahagian". Amin. Selamat tahun baru semuanya. NB : Sampai hari ini kertas itu tidak saya bakar. Saya pajang di kamar atas permintaan Ibu saya. Setiap saya berencana membakar selalu hujan turun, sehingga memutuskan untuk tidak membakar. Sampai kemudian Ibu saya datang dan mengakatakan pada saya untuk tidak membakar sebuah mimpi, tercapai atau tidak tercapai tidak apa-apa. Beliau berkata, mimpi wulan indah, dan sangat menginspirasi. Biar mimpi itu terus memberi wulan semangat. Jika ada jalan mimpi lain tinggal di tambahkan saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar